Cara Membuat Topi Kerucut
Entah untuk kostum atau pesta, membuat topi kerucut itu menyenangkan dan tidak mahal. Dengan sedikit persiapan, kamu bisa membuat topi pesta yang sederhana atau yang spektakuler ala putri raja. Petunjuk di bawah adalah untuk membuat topi kerucut sederhana, tetapi juga diikuti dengan ide-ide untuk menghiasnya.
Bagian 1 dari 3:
Membuat Topi Kerucut
-
1Gunakan kertas poster. Kertas poster ideal untuk membuat topi kerucut karena kaku dan mudah dilem. Kertas tersebut bisa dihias dengan stiker atau cap. Alternatif bahan-bahan lain untuk membuat topi bisa dilihat di bagian "Penggunaan Bahan Lain" dari artikel ini.
-
2Buat setengah lingkaran pada kertas. Kamu bisa menggunakan jangka atau piring besar untuk membuat setengah lingkaran. Kalau dengan piring, letakkan piring di atas kertas, lalu ikuti bentuk pinggirnya dengan pensil. Pastikan sisi rata dari setengah lingkaran ada di pinggir kertas.[1] Seberapa besar topi yang dibuat tergantung dari jenis topi yang diinginkan.
- Kalau ingin membuat topi ulang tahun, buat diameter setengah lingkaran sekitar 30-40 cm. Hasil jadi topi akan setinggi 15-20 cm.
- Kalau ingin membuat topi badut, buat diameter setengah lingkaran sekitar 45-50 cm. Hasil jadi topi akan setinggi 22-25 cm.
- Kalau ingin membuat topi penyihir atau putri, buat diameter setengah lingkaran sekitar 55 cm. Hasil jadi topi kira-kira akan setinggi 28 cm.
-
3Potong kertas sesuai setengah lingkaran. Kamu bisa memakai gunting atau pisau pemotong kertas (cutter/craft knife). Kalau memakai cutter, maka pastikan ada alas di bawah kertas agar tak merusak permukaan tempat kerjamu; kamu bisa menggunakan alas potong (cutting mat) atau kardus.
-
4Gulung setengah lingkaran itu menjadi kerucut.Gulung sisi rata setengah lingkaran sehingga saling bertemu. Sisi yang melingkar akan menjadi pinggir topi. Pakai topi di kepalamu (atau kepala anak yang akan memakainya) dan gulung sambungan ke dalam hingga ukurannya pas.
-
5Kokot (staple) sisi bawah sambungan. Bila topi sudah pas, lepas dari kepala lalu kokotlah sisi bawah sambungannya.
-
6Lem atau selotip sepanjang sisi sambungan.Oleskan lem tipis saja di sisi dalam sambungan, satukan lalu tahan dahulu hingga lem kering. Kamu juga bisa memakai selotip dua sisi (double tape); caranya dengan memotong selotip itu sepanjang sisi sambungan lalu tempelkan di sisi dalamnya.
-
7Tambahkan tali karet sebagai pengikat. Agar topi tak jatuh dari kepala, tambahkan tali karet tipis. Buat lubang pada topi, sekitar 1,5-2,5 cm dari dasar. Lalu buat satu lubang lagi di sisi seberangnya. Potong seutas tali karet kira-kira sepanjang 45 cm. Masukkan ujung-ujung tali karet melalui kedua lubang tadi, lalu ikat simpul.[2] Coba kenakan topi dan pasang tali pengikat di bawah dagu. Kalau terlalu longgar, copot topi, lalu tarik salah satu ujung tali ke dalam. Buat simpul dan coba kenakan lagi topi itu. Kalau sudah pas, potong kelebihan tali. Biarkan ada sisa pucuk sekitar 2,5 cm setelah simpul. Simpul bisa diperkuat dengan ditetesi lem cair atau lem tembak.
-
8Tali pengikat bisa juga dari pita. Potong dua utas pita, masing-masing sekitar 60 cm, lalu ujung keduanya dilem di sisi dalam pinggir topi. Kedua pita tersebut harus saling berseberangan. Pita sangat pas untuk topi gaya putri raja.[3] Coba kenakan topi, ikat kedua pita jadi simpul cantik, dan potong bila ada kelebihan.
-
9Topi tersebut bisa juga dilekatkan pada bando dengan memakai lem tembak. Taruh topi ke bando, lalu tandai bagian-bagian yang bersentuhan dengan bando. Kesampingkan dahulu bandonya. Bubuhkan lem tembak agak banyak tepat di atas penanda tadi. Segera taruh topi ke bando lagi dan tahan hingga lem mengeras.[4]
- Ini lebih efektif untuk topi ukuran kecil dan pendek (seperti topi ulang tahun) daripada untuk model yang tinggi (seperti topi putri atau penyihir).
Advertisement
Bagian 2 dari 3:
Menyempurnakan dan Menghias Topi
-
1Coba hiasi topimu. Jadikan topimu unik dengan dekorasi, seperti memakai stiker, pompon, dan batu warna-warni. Bagian ini berisi kiat-kiat untuk menghias dan juga beberapa ide topi ala putri dan penyihir.
-
2Tambahkan bintang-bintang untuk membuat topi ala penyihir. Penyihir suka menelaah bintang, maka itu topi mereka boleh menunjukkan hal ini. Supaya topi kerucutmu lebih terlihat "ajaib", tambahkan bintang-bintang! Kamu bisa memakai stiker atau stensil berbentuk bintang.
- Kalau kamu mau menggambar sendiri bintang-bintang itu, mungkin bisa memakai cat yang menyala dalam gelap (glow in the dark paint).
- Puncak topi bisa dihias bintang. Kamu bisa membeli hiasan bintang pipih dari kayu (atau gunting saja dari kertas poster), lalu diberi cat yang menyala dalam gelap. Setelah cat kering, pasang bintang itu ke puncak topi dengan lem tembak.
-
3Topi kerucut ala putri bisa diberi selendang di puncaknya. Topi putri pasti ada selendangnya. Gunting selembar kain tule (dengan panjang dua kali lebarnya). Ikat salah satu ujungnya dengan karet gelang. Potong puncak topi (jangan lebih dari 2,5 cm) lalu masukkan bonggol kain yang sudah diikat karet gelang tadi ke dalam lubang. Supaya selendang terpasang kuat kamu bisa memakai lem tembak dari sisi dalam topi.
- Selendang bisa juga diganti dengan rumbai-rumbai panjang dari pita.[5]
- Topi itu bisa juga diberi tepi lebar.
-
4Menambahkan tepi lebar. Kamu bisa membuat topi itu lebih menarik (gaya putri pun akan jadi lebih cantik) bila pinggir bawahnya diberi tepi lebar. Siapkan meteran dan ukur diameter dasar topi; ingat angkanya baik-baik. Buat pola tepi lebar itu sesuai ukuran diameter tadi lalu gunting. Pasang tepi lebar pada pinggir topi dengan menggunakan lem tembak atau lem cair. Berikut beberapa ide untuk tepi lebar itu:
- Kertas perada
- Untaian bulu-bulu tipis (feather boa, bisa dari bulumarabou [sejenis bangau] atau lainnya)
- Pita atau untaian warna-warni zig-zag/bergelombang
- Kertas crepe
- Pompon
- Bubuk kilap
-
5Tambahkan kertas crepe dan pita-pita keriting.Untaian-untaian panjang kertas crepe bisa jadi hiasan puncak untuk topi putri versi mudah. Untaian yang lebih pendek atau pita-pita keriting bisa untuk menghias bagian bawah sehingga mirip rambut. Jangan menutupi seluruh pinggir topi dengan untaian kertas crepe, nanti yang memakai tidak bisa melihat![6]
- Pita keriting (biasanya untuk menghiasi balon) bisa dibuat dengan cara menggesek pita pada bilah pisau sebuah gunting. Tahan ujung pita dengan ibu jari, lalu gesekkan pada bilah gunting dengan tarikan ke bawah.
- Pasang kertas crepe di sisi dalam pinggir topi dengan menggunakan lem cair. Pasang pita keriting di sisi dalam pinggir topi dengan menggunakan lem tembak.
-
6Tambahkan beberapa pompon. Topimu akan terlihat lebih lucu bila ditambahkan pompon mengilap di puncaknya. Gunting puncak topi, bubuhkan lem tembak pada lubang. Segera tempelkan pompon mengilap pada lapisan lem.
-
7Jadikan topi polos lebih meriah dengan stiker, potongan kertas dengan berbagai bentuk, atau stensil. Topi yang polos bisa dibuat lebih meriah dengan ditambahkan berbagai hiasan. Kamu bisa menggunakan stiker, potongan kertas yang dilemkan, atau stensil untuk menggambarkan berbagai bentuk dengan cat akrilik.
-
8Tambahkan juga bubuk kilap pada topi. Gunakan lem cair yang bening untuk membuat pola hiasan pada topi, lalu taburkan bubuk kilap. Putar topi sambil menaburkan bubuk kilap sehingga seluruhnya terkena. Kalau kamu mau memakai lebih dari satu warna, maka gunakan lem dan bubuk kilap untuk warna pertama dahulu, biarkan mengering sebelum menambahkan lem dan bubuk kilap warna berikutnya.
- Gambarkan hiasan yang lucu, seperti bintang, bulatan, gelombang, dan spiral.
- Gambarkan gelombang-gelombang zig-zag di tepi lebar topi sehingga terlihat mencolok.
- Kalau kamu membuat banyak topi untuk pesta, ada baiknya membuat tiap topi lebih personal dengan menuliskan nama tiap undangan dengan lem, lalu taburkan bubuk kilap warna kesukaan orang tersebut.
- Kalau kamu mau membuat seluruh topi itu berkilap, maka pakai lem semprot. Kocok kaleng lem sejenak lalu arahkan ke topi dengan jarak kira-kira 15-20 cm. Semprotkan lem, jangan terlalu banyak tetapi sebaiknya merata, lalu tunggu mengering sebelum menyemprotkan lapisan kedua.
- Sebaiknya gunakan penadah berupa kertas atau piring kertas selama bekerja. Jadi, setelah kamu selesai kerja, kertas atau piring kertas itu bisa digulung jadi corong, lalu sisa bubuk kilap yang tertadah bisa diisi lagi ke dalam wadah penyimpannya.
-
9Tambahkan batu warna-warni atau manik-manik.Topimu bisa lebih cling lagi kalau ditempelkan batu warna-warni atau manik-manik. Kamu bisa memakai batu siap tempel yang biasa dipakai untuk membuat buku tempel (scrapbook); biasanya bisa ditemukan di bagian stiker di toko hobi kerajinan tangan; atau kamu juga bisa memasang permata palsu atau manik-manik pada topi dengan menggunakan lem tembak.
-
10Membuat topi kocak dengan kawat bulu. Untuk topi yang lucu dan kocak, tambahkan kawat bulu. Bengkokkan kawat bulu, terserah jadi bentuk apa, tetapi pastikan bagian bawahnya ada kira-kira 2,5 cm yang lurus. Gunting puncak topi, dan masukkan kawat bulu pada lubang. Bila perlu, rekatkan kawat bulu di sisi dalam topi dengan menggunakan lem cair atau lem tembak. Kamu bisa memakai sebatang kawat bulu saja, atau lebih dari satu. Berikut adalah beberapa ide lainnya:
- Bengkokkan kawat bulu jadi bentuk zig-zag.
- Lilitkan kawat bulu pada pensil lalu tarik pensil keluar pelan-pelan sehingga tercipta spiral.
- Ujung atas kawat bulu bisa dibentuk menarik, contohnya jadi bintang atau pusaran, sementara selebihnya lurus.
- Coba pilin dua kawat bulu sekaligus sehingga tercipta bentuk lilitan warna-warni seperti batangan permen. Lilitan itu kemudian bisa dibentuk lagi seperti saran di atas.
- Kawat bulu bisa terlihat lebih jenaka bisa dipasangkan pompon kecil di ujungnya dengan menggunakan lem tembak. Hiasan ini sangat manis bila dipadukan dengan kawat bulu yang dibentuk seperti spiral atau per.
-
11Membuat topi Santa. Kalau Natal sudah dekat, maka topi kerucut berwarna merah bisa diubah jadi topi Santa dengan cara menempelkan pompon berbulu putih di puncaknya, dan juga bola-bola kapas atau lapisan berbulu putih di sekeliling dasar topi.
-
12Pikirkan juga tema atau acara yang cocok dengan topimu. Kalau kamu membuat topi untuk pesta, maka ketika menghias coba sesuaikan dengan tema atau acara. Berikut adalah beberapa ide:
- Kalau pestanya bertema ikan, maka buat topi biru dan hiasi dengan stiker-stiker ikan atau yang mirip gelembung. Oleskan lem di tepi lebar topi lalu taburkan pasir. Tempelkan juga beberapa untaian kertas crepe hijau yang menyerupai rumput laut.
- Kalau topi itu untuk acara selamatan bayi (baby shower), dan bertema merah jambu dan putih karena bayinya perempuan, maka buat topi merah jambu dengan hiasan tepi berupa untaian bulu putih. Puncak topi bisa dihias pompon putih atau rumbai bulu-bulu burung. Daripada sekadar merah jambu polos, bahan topi juga bisa merah jambu dengan garis-garis atau polkadot putih.
- Kalau topi itu untuk pesta Halloween, maka boleh juga oranye dan hitam, ditambah dengan hiasan-hiasan seram. Tempelkan perada hitam di pinggir topi, dan juga laba-laba plastik di puncaknya. Laba-laba plastik itu juga bisa dipasangkan pada tali atau kawat bulu, lalu dilem ke puncak topi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar